Rabu, 27 Juni 2018

Anti '86', Polwan Dikedepankan Tindak Pelanggar Lalu Lintas


Anti 86, Polwan Dikedepankan Tindak Pelanggar Lalu Lintas























Jakarta - Cakra Woman Respons disebar di titik-titik rawan pelanggaran lalu lintas di Jakarta. Polwan-polwan ini tidak kenal kompromi bahkan anti '86' alias antisuap dalam menindak pelanggar lalu lintas.

Cakra Woman Respons dibentuk Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dalam upaya penindakan terhadap pelanggar lalu lintas. 

"Kalau Polwan ini enggak mudah 'di-86', lebih tanpa kompromi kalau nilang sehingga saya pasang Cakra Woman Respons ini untuk menilang pelanggar," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra kepada detikcom, Kamis (25/1/2018).



Cakra Woman Respons ini berjumlah 20 orang Polwan Lalu Lintas yang dipimpin seorang perwira AKP Endah. Mereka diploting secara mobile di titik-titik rawan pelanggaran lalu lintas.

"Lagi pula dengan mengedepankan Polwan ini, pelanggar lalu lintas akan lebih segan karena berhadapan dengan perempuan," ujarnya.

Meski hakikatnya sebagai perempuan, Cakra Woman Respons ini akan bersikap tegas dan profesional dalam menindak pelanggar. Dengan hadirnya Cakra Woman Respons ini, diharapkan penilang tidak banyak tingkah. "Dia harus tegas, tidak boleh kompromi," tegas Halim lagi.

Keistimewaan lain dari Cakra Woman Respons ini, mereka dibekali dengan kemampuan bela diri. Mereka juga diberikan pelatihan untuk menembak dan tentunya pelatihan keahlian dalam mengemudi mobil.

"Untuk yang membawa senpi hanya perwiranya saja," ujar Halim.

Lagi, Polisi Tembak Mati Begal Sadis di Karawang

Lagi, Polisi Tembak Mati Begal Sadis di Karawang


Karawang - Polisi menembak mati AP alias Dugul, pentolan kelompok begal asal Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Petugas terpaksa menembak pria itu karena melawan saat proses penyergapan. Pelaku berusaha melukai polisi menggunakan golok. 

"Saat ditangkap, pelaku berusaha menebaskan golok ke arah petugas sehingga terpaksa dilumpuhkan," ujar Kapolsek Karawang Kota Kompol Iwan Ridwan Saleh saat pers rilis di ruang jenazah RSUD Karawang, Selasa malam (30/1/2018).



Iwan mengungkapkan sudah mengincar Dugul dan komplotannya sejak 2017 lalu. Selain dikenal sadis, komplotan begal ini dikenal pandai menyulap motor curian hingga terlihat bagus saat dijual. 



"Semua motor hasil curian dijual secara online," kata Iwan. 

Setelah menghentikan sepak terjang Dugul, polisi masih memburu lima anggota kelompok begal lainnya asal Majalaya. Mereka terdiri inisial PM alias Ceplo, AR alias Black, IW, DY alias Doyok dan RM.

Proses penangkapan Dugul berlangsung pada Minggu (28/1/2018). Saat itu, Dugul jejak diketahui polisi tengah berada di rumah AR alias Black di Kampung Babakan Tohir, Desa Wagir, Kecamatan Majalaya, Karawang.

"Ia lalu kabur. Petugas kemudian menemukan yang bersangkutan sedang sembunyi di dekat kandang ayam di salah satu rumah warga," tutu Iwan



Sewaktu kepergok itulah Dugul meloncat dan mengacungkan golok ke arah petugas. Beruntung petugas bisa menghindari tebasan Dugul. 

"Terpaksa dilakukan (ditembak) karena yang bersangkutan bertindak membahayakan," Iwan menambahkan.

Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan dalam kurun waktu satu bulan, jajarannya telah menembak mati lima begal. "Kami akan jadi ancaman untuk para pelaku kriminal di Karawang," ujar Hendy dalam kesempatan yang sama. 

Senin, 25 Juni 2018

Bukan Sedih, Inul Daratista Tertawa ketika Cincin Seharga Rp350 Juta Raib

https: img.okeinfo.net content 2018 06 25 33 1913723 bukan-sedih-inul-daratista-tertawa-ketika-cincin-seharga-rp350-juta-raib-cWRxGyplJa.jpg

JAKARTA - Inul Daratista terlihat telah ikhlas ketika cincin yang dimiliki seharga Rp350 juta harus raib karena ditarik oleh salah satu penonton ketika tengah tampil bernyanyi di salah satu daerah di Sulawesi.
Bahkan, istri dari Adam Suseno ini tertawa bersama dengan rekan-rekannya, yakni Krisdayanti dan Nassar pasca mengetahui kalau cincinnya tersebut baru saja hilang.
“Hilang juga aku ketawa-ketawa sama KD, sama Nassar sama Nita,” ungkapnya saat dihubungi awak media melalui sambungan telefon, Senin (25/6/2018).
Inul Daratista
“Ya orang aku juga bisa jadi trending topic, aku langsung tegur,” tambah Inul Daratista.
Meski sudah hilang, bagaimana pun cincin tersebut dibeli oleh Inul Daratista dari hasil keringat setiap pekerjaan yang kemudian ditabungnya. Namun, ia kini memilih untuk mengikhlaskannya.
“Itu beli dengan kerja, keringat, nabung, barang beli nabung ya sayang. Cuma kalau belum rezeki mau diapain?” ujar pemilik goyang ngebor tersebut.
Duet Inul-Iis Dahlia Ramaikan Konser Nominasi AMI Awards 2016
Kendati demikian, wanita asal Pasuruan, Jawa Timur ini sempat kaget dan tidak menyangka kalau kejadian kehilangan cincin yang dialaminya begitu disoroti oleh netizen di media sosial.
“Iya iya sih, itu satu karat kecil saja. Tapi enggak apa-apa, kenapa heboh sih orang yang kehilangan saja sudah lupa,” tutup Inul Daratista.

KULINER BANDUNG - CUANKIE SERAYU


Antrian yang mengular di depan kedai sederhana menjadi salah satu bukti pesona kuliner Bandung yang satu ini. Ada tahu putih yang diisi aci, siomay, bakso, pangsit rebus, pangsit goreng, dan bakso goreng yang menjadi ciri khas utama dari cuankie. Rasa otentik yang terjaga dari kuah yang disajikan membuat Cuankie Serayu tak pernah kehilangan pelanggan.

Suatu hari Sabtu, selepas jam makan siang, tapi saya belum sempat makan siang. Akhirnya memilih salah satu kuliner legendaris di kota Bandung, Cuankie Serayu. Walaupun sudah kondang dan menjadi salah satu destinasi kuliner di kota Bandung, tapi terus terang saya belum pernah sempat menyambangi tempat ini, sampai hari itu. Parkiran di sepanjang Jl. Serayu, nama jalan yang dijadikan brand penjual cuankie ini, sudah tampak penuh. Pun sepintas tampak antrian mengular di depan kedai sederhana yang merupakan tempat menjajakan Kedai Cuankie Serayu. Setelah mendapat parkir, langsung saya menghampiri kedai ini. Ada dua jalur antrian di depan kedai ini, yang pertama antrian khusus untuk yang membungkus alias take away, sedangkan yang kedua antrian untuk yang makan di tempat. Antrian yang makan di tempat inilah yang ternyata cukup panjang mengular. Sebenernya apa sih yang membuat orang rela mengantri makanan yang satu ini?


Antrian ini langsung menuju tempat pelayanan, kita langsung memilih menu dan membawanya ke meja. Ada dua pilihan menu yang bisa kita cicipi: cuankie dan batagor, saya pilih cuankie tentunya yang menjadi signature tempat ini. Pilihan isiannya ada baso tahu, siomay, bakso, pangsit rebus, pangsit goreng dan bakso goreng, rata-rata isiannya hanya aci, tapi di situlah keistimewaannya, mungkin karena rasanya yang "kampungan" dan tidak banyak macem-macem. Tapi yang istimewa ada di kuahnya, rasa segar dan gurih menyeruak sejak seruputan pertama. Hampir saya lupa untuk membubuhkan sambal dan kecap, karena sudah terlanjur kesengsem dengan cita rasa kuahnya. 
Harga satu porsi Cuankie Serayu lengkap ini Rp. 17.000


Kedai Cuankie Serayu ini tidak terlalu besar, tak heran tempatnya selalu padat, baik di dalam kedai maupun bangku-bangku yang disediakan di halaman. Buka mulai pukul 11 siang sampai jam 7 malam, dengan catatan kalo belum habis. Terkadang jam 5 sore mereka sudah kehabisan barang dagangannya. Tapi jangan khawatir, jika pusatnya di Jl Serayu ini terasa terlalu ramai, silakan coba kunjungi cabangnya yang ada di Jl. Mangga serta di Jl Cihapit (gerobak dorong).

Bupati Rita Tak Terima Dituntut 15 Tahun Penjara: Terlalu Tinggi

Bupati Rita Tak Terima Dituntut 15 Tahun Penjara: Terlalu Tinggi


Jakarta - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari menilai tuntutan 15 tahun yang diberikan jaksa KPK terlalu tinggi. Namun ia akan menyampaikan pembelaan atau pleidoi atas tuntutan itu.


"Terlalu tinggi ya. Nanti tunggu pembelaan ya," ucap Rita usai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).



Usai sidang, Rita berjalan menunduk menuju ruang tahanan Pengadilan Tipikor dengan pengawalan. Politikus Golkar ini juga enggan berkomentar lanjut terhadap tuntutan jaksa KPK.




"Nggak tahu ya," kata Rita.


Di kesempatan berbeda, pengacara Rita, Wisnu Wardana, mengaku terkejut dengan tuntutan 15 tahun. Menurut dia, tuntutan jaksa KPK itu tidak sesuai dengan fakta persidangan.





"Yang pasti kita cukup terkejut ya, karena itu buat kita lumayan tinggi ya 15 tahun. Dan kalau dari surat tuntutannya ada beberapa fakta yang menurut kita nggak sesuai dengan yang disampaikan saksi-saksi. Itu aja, nanti detailnya di pleidoi lah," kata Wisnu.



Menurut Wisnu, saksi persidangan tak pernah menyebut Rita menerima langsung. Kliennya disebut tidak pernah menerima apapun.



"Contohnya kayak soal penerimaan-penerimaan. Dari saksi-saksi kayaknya nggak ada yang bilang kalo Bu Rita terima langsung sendiri. Seperti itu salah satunya yang kita catat," jelas Wisnu.



Rita Widyasari dituntut 15 tahun penjara, denda Rp 750 juta dan subsider 6 bulan kurungan. Rita diyakini menerima uang gratifikasi Rp 248 miliar terkait perizinan proyek pada dinas Pemkab Kukar. Rita dan Khairudin menerima gratifikasi dari berbagai pihak melalui dinas Pemkab Kukar.



Selain itu, Rita juga menerima uang suap Rp 6 miliar terkait pemberian izin lokasi perkebunan sawit. Uang suap itu diterima dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun.

6 Orang Tewas, Penjual Miras Oplosan di Cengkareng Ditangkap

6 Orang Tewas, Penjual Miras Oplosan di Cengkareng Ditangkap

JAKARTA - Polisi menangkap Sari (51) penjual miras oplosan yang menewaskan enam orang pemuda di Cengkareng Timur. Sari ditangkap di tempat usahanya di Jalan Kincir Raya, Cengkareng Timur. 



Polisi menyebut, Sari baru menjual miras oplosan pada 21 Juni 2018. Akibat oplosan itu, enam orang pemuda tewas. 




"Keenam orang tersebut adalah MR (27), TT (48), HS (48), RZ (35), AS (39), HR (33)," ucap Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Edi Suranta Sitepu, dalam keterangannya, Senin (25/6/2018).




Para korban meminum oplosan dan meninggal dalam waktu yang berbeda. Korban TT, HS, MR, dan RZ meminum oplosan di rumah TT di Cengkareng Timur pada 23 Juni 2018. 



Sementara itu, korban AS meninggal pada 24 Juni 2018. Korban terakhir bernama HR, meninggal pada dini hari tadi, pukul 02.15 di RSUD Cengkareng. 




"Menurut keterangan saksi, korban HR sering minum minuman keras dari terlapor dengan nama minuman Gingseng seharga Rp 15.000. Setelah itu muntah-muntah pada Minggu (24/6) malam sehingga dibawa ke RSUD Cengkareng," kata Edi. 




Polisi kemudian menangkap Sari pada pagi hari tadi. Sari mengkamuflase usaha miras oplosan dengan rumah pembuatan parfum.




"Namum ini penjualannya tertutup dengan modus rumah. Membeli pembuat miras dari Gunung Sahari. Modus membuat parfum tapi malah dijadikan miras," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi. 




Sari belajar membuat miras oplosan dari video. Dia mencampur beberapa bahan berbahaya kedalam miras.




"Miras oplosan ini dibuat dengan bahan dasar metanol atau alkohol. Bersifat toxic ini tidak boleh dikonsumsi dan mencampur dengan teh gula dan air putih," kata Hengki. 



Dari tangan pelaku, polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti 10 buah dirigen ukuran 20 liter alkohol 70 persen, 3 jeriken ukuran 10 liter berisi alkohol 70 persen.




Selain itu ada 2 jeriken ukuran 10 liter oplosan siap edar, 24 kemasan plastik oplosan siap edar yang dijual seharga Rp 15.000. 22 kemasan plastik oplosan siap edar yang dijual Rp 25.000. 




Hengki menerangkan, polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 204 KUHP tentang menjual barang yang bisa membahayakan nyawa atau kesehatan. "Hukuman penjara maksimal 20 tahun," kata Hengki.